SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG - Semoga memetik manfaat dalam menikmati sajian secuil berita & hiburan pada blog ini. Saran, kritik & dukungannya dibutuhkan guna kebaikan kedepan yang berkelanjutan, Wassalam.

Kamis, 06 Juni 2013

Belajar (membaca) Sejak Usia Dini tercermin di Usia Tua



“Belajar (membaca) di Usia Dini bagai menulis (mengukir) diatas Batu, belajar di Usia Tua bagai Menulis diatas Air”.
 
Belajar identik dengan Membaca, Membaca adalah Buku, Buku adalah lembaran kertas atau bisa juga barang berupa lembaran pelepah bambu, daun lontar, dll., yang berisi tulisan, gambar atau kosong yang terjilid. Membaca buku adalah cara atau awal kita mengenal banyak sisi kehidupan diluar sana. Dengan membaca kita dapat pula melihat keindahan tutur kata lewat tulisannya.
Dunia moderen sekarang membaca memang tidak lagi identik dengan buku karena gaya hidup manusia sudah berorientasi pada internet atau dunia maya (cyberspace).
Pengenalan baca tulis tetap diawali dengan cara lewat buku tulis. Membaca buku kertas atau lewat internet tidak masalah sepanjang kita dapat memilah bacaan yang baik dan benar khususnya bagi anak-anak kita juga generasi muda bangsa ini.
Kesimpulan sederhana membaca adalah;  memahami isi (maksud & tujuan tulisan), ide atau gagasan secara tertulis/tersurat maupun tersirat pada bahan bacaan. Pemahaman atas bacaan menjadikan peningkatan kualitas bagi diri, yang dapat diukur dengan rutinitas kegiatan membaca, bukan perilaku atau gaya saat membacanya.
Jadikanlah membaca sebagai salah satu kebutuhan dikehidupan kita yang sudah padat aktifitas; seperti membaca di waktu perjalanan/berkendaraan, bagi yang sedang mengemudi dapat sambil mendengar informasi yang manfaat lewat radio itupun sama artinya membaca dengan cara mendengar, mensiasati waktu sedikit saat istirahat (dirumah atau dimana saja), apakah itu waktu rekreasi dan hiburan, atau sebagai suatu keharusan untuk studi dan penelitian. Di luar itu, membaca juga memiliki manfaat hebat bagi kesehatan dan kesejahteraan lahir dan bathin secara keseluruhan seperti; meningkatkan kosakata, disiplin dan percaya diri, lebih fokus, terhindar stress karena dapat menjadikan rileks, meningkatkan mood, motivasi, kreatif, imajinasi positif dan banyak lagi manfaat lainnya.  
Satu hal yang terpenting, tularkan/kenalkan kebiasaan membaca yang benar pada anak dengan cara membaca buku, Koran atau majalah langganan/kesukaan juga saat membaca kitab suci, didekatnya dan ajaklah/rangsang untuk turut serta membaca. Pengenalan bacaan berawal dengan bacaan yang didalamya termuat gambar berwarna, untuk usia balita (batas usia 3-5 tahun) yang biasanya suka akan warna. Tapi Ingat!!! Jangan dipaksakan untuk melulu membaca di usia 0-3 tahun, ini adalah usia tumbuh dimana anak butuh perhatian ekstra lahir bathin orang tua juga pemenuhan asupan gizi dan protein yang seimbang bagi pertumbuhan dirinya. Setelah memasuki usia anak-anak/sekolah (6-12 tahun) masa dimana kita harus cerdas, cermat dan hati-hati mengontrol, menyajikan bacaan anak, karena usia sekolah rasa keingintahuan sangatlah besar dan inovasi anak tumbuh kembang  berbarengan dengan lingkungannya. Diusia transisi (batas usia 13-16 tahun) ini masa penentuan dimana anak telah merasakan kedewasaannya secara alami, jati diri mulai terpaku, kitapun tidak bisa lagi mengontrol secara ketat lewat rutinitas, kebebasan kreasi dan ekspresi telah menjadikan bagian tidak terpisahkan. Lepas usia diatas 17 tahun, berkat bekal, pesan dan pengawasan yang telah kita tanamkan sejak dini, mudah-mudahan si anak tumbuh normal menjadi manusia dewasa yang cinta membaca, kelak menggapai cita cinta dengan kemandirian pribadi dan ekonomi yang kokoh, bermartabat dan bermoral.
Hakikat atau Esensi membaca adalah pemahaman dengan memilah manfaat yang dapat kita perbuat dan rasakan sendiri.
Referensi: Wikipedia & sumber lainnya.

Sabtu, 01 Juni 2013

KENAIKAN GAJI PENSIUN : Pengharapan & Pertumbuhan Kredit Perbankan Nasional



Adapun dana gaji bulanan pensiunan PNS mencapai Rp 57,5 triliun tahun ini.
Tanpa disadari/sama artinya sekalipun telah pensiun mereka turut bersumbangsih pada pertumbuhan perekonomian dunia perbankan kita.  

PT Taspen (Persero) akan membayar rapel kenaikan gaji pokok dan tunjangan kepada pensiunan pegawai negeri sipil di bulan Juni ini. Sekretaris perusahaan Taspen Sudiyatmoko Sentot mengatakan rapelan yang dibayarkan untuk kenaikan pada Januari hingga Mei. "Rata-rata kenaikan sebesar 5 persen dari besaran tunjangan tahun lalu," katanya melalui siaran pers, Selasa, 28 Mei 2013. Total dana rapelan mencapai Rp 1,5 triliun yang dibayarkan kepada 2,31 juta penerima. Adapun dana gaji bulanan pensiunan PNS mencapai Rp 57,5 triliun tahun ini. Khusus gaji pensiunan PNS terendah sebesar Rp 1.323.000 dan tertinggi Rp 3.751.500. Adapun pensiunan PNS yang meninggalkan janda atau duda besaran gaji sebesar Rp 992.300 untuk golongan Ia dan Rp 1,8 juta untuk golongan IVd.
Berbarengan dengan kenaikan gaji ini, semoga pertumbuhan kredit khususnya pensiunan juga akan meningkat cukup tajam. Maka secara nasional akan mendongkrak pertumbuhan kinerja kredit perbankan nasional yang jalan melambat pada kuartal pertama tahun ini, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tanpa disadari/sama artinya sekalipun telah pensiun mereka turut bersumbangsih pada pertumbuhan perekonomian dunia perbankan kita.  
Deputi Gubernur BI di Gedung Bank Indonesia, beberapa waktu yang lalu mengungkapkan, “perlambatan pertumbuhan kredit tersebut terjadi sejalan dengan perlambatan kegiatan ekonomi di Tanah Air. Hal ini terbukti dari rendahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya mencapai 6,02 persen pada kuartal I-2013. "Kalau dilihat dari risiko kredit perbankan, masih terkendali dengan NPL (rasio kredit bermasalah) gross 2,29 persen, sedangkan tahun ini 1,97 persen," ujar Perry Warjiyo.

Sektor kredit pensiunan dinilai sangat menggiurkan, Sektor kredit pensiunan dinilai sangat menggiurkan, sayangnya masih banyak pensiunan yang belum memanfaatkan kredit pensiunan dari perbankan untuk keperluan usaha tapi lebih kepada kebutuhan konsumtif ; biaya sekolah, pernikahan dan kebutuhan rumah tangga lainnya . Saat ini, bank yang terbilang lama berkecimpung di bisnis kredit pensiunan ini adalah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tahun 2013, BTPN membidik pertumbuhan kredit dan DPK sebesar 23%. Fokus pembiayaan masih ke mikro kepada pensiunan. BTPN mencatat, kinerja tahun 2012, penyaluran kredit pensiun mencapai Rp 28,04 triliun atau 72% dari total kredit senilai Rp 38,84 triliun. Pensiunan ini tumbuh 23% dari posisi sebelumnya senilai Rp 22,82 triliun. Sedangkan kredit mikro mencapai Rp 9,00 triliun atau tumbuh 33% dari posisi sebelumnya senilai Rp 6,78 triliun. Adapun, NIM yang diperoleh mencapai 13,1%.
Namun, di luar itu, ada Bank CIMB Niaga, Bank Jawa Barat Banten (BJB) dan Bank Mandiri serta Bank Sinar Harapan Bali yang kini ikut kepincut menyalurkan kredit pensiun, setelah bank ini resmi dimiliki tiga BUMN, yakni Bank Mandiri, PT Pos Indonesia dan PT Taspen. Sebab Bank SHB sedang tahap persiapan pada kredit pensiunan.
Semoga…siapapun the winner di dunia perkreditan pensiun, akan dapat mensejahterakan karyawan perbankan juga rakyat bangsa ini umumnya, khususnya para pensiunan baik PNS maupun Militer. Amin.