SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG - Semoga memetik manfaat dalam menikmati sajian secuil berita & hiburan pada blog ini. Saran, kritik & dukungannya dibutuhkan guna kebaikan kedepan yang berkelanjutan, Wassalam.

Rabu, 18 Februari 2015

Endonesya Error



Panggung politik kerajaan/negara tetangga yakni; "Endonesya Hebat" baru saja dan sampai kini sedang mempertontonkan kecerdasan bernalar hukum juga bermain-main dengan keadilan, tentunya menarik untuk menjadikan bahan diskusi rakyat kebanyakan, rakyatnya mulai berasumsi bahwa perilaku para Kurawa dengan kekuasaan dan kewenangannya menjadikan seorang tersangka adalah komiditi halal yang terkesan biasa (laporan masyarakat) dalam arti pembenaran (berdasarkan Undang-undang dan proses hukum plus Standart Operation Prosedure institusi lembaga tersebut). Para Kurawa sang pemangku kekuasaan yang menjaga keamanan dan ketertiban hidup bermasyarakat itu kini berevolusi menjadi Dasamukha berkepala sepuluh, ia juga memiliki dua puluh tangan, menunjukkan kesombongan dan kemauan yang tak terbatas. Yang sangat berbahaya ia juga disejajarkan sebagai Ksatria.
Sementara sang Baginda Raja ternobatkan dengan pribadi tercitra sederhana yang penuh pengabdian namun hanya demi sebuah kemenangan bagi pembuktian dirinya, yang diusung bersama keyakinan para punggawanya, berawal dari keraguan banyak sang Resi, pernobatanpun dimenangkan, maka jadilah menang tanpa nurani para punggawanya bersama simbol keadilan (formalitas) dan kesejahteraan rakyatnya (semoga...amin).
Sang Baginda mungkin lupa atau memang tidak pernah tahu, dalam arena berpolitik bernegara ada 5 kekuatan yang patut disinergikan, yakni; 1. Kelompok perguruan (partai politik)., 2. Para saudagar (pengusaha/orang-orang kaya)., 3. Kesatria (tentara/militer)., 4. Hulubalang (Polisi)., 5. Kaum Sudra (rakyat kecil) yang terakhir dan utama sebenarnya, tapi sayang rakyat kecil hanya sebatas dijadikan penyumbang suara, dalih demokrasi suara rakyat adalah suara Tuhan, kenyataannya rakyat telah terkotak-kotakan dan dibiarkan terpecah, maka suara Tuhan menjadi suara Hantu. Maka jadilah "Endonesya Error", contoh kecil, yang katanya tidak menganut penilaian kinerja 100 hari (mulai penobatan) namun melakukan rapat koordinasi evaluasi100 hari kinerjanya.
Ingat! Tidak ada kejahatan yang sempurna. Bahaya! Bila pelakunya adalah sang pembasmi kejahatan itu sendiri. Itulah manusia, karena dia bukanlah malaikat.

Sabtu, 06 September 2014

Nepotism Immortal

Semboyan saja tidak menyadarkan,
Bicara lantang tidaklah didengar,
Diam menjadikan mereka tersenyum,
SALAH SIAPA???
Akankah ini berlanjut Tujuh Turunan???
Semoga Campur Tangan TUHAN
akan menyadarkan mereka...Amiin.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Hillary: ISIS Produk AS Agar Timteng Bergolak




Amerika itu BIANG KEROK!!! dialah yang sebenar-benarnya TERORIS, Ambisi Amerika ingin menjadi Polisi Dunia telah Gagal, karena frustasi maka jadilah Penjahat Dunia, dengan segala kemampuan yang dimiliki; keuangan, teknologi & kecerdasannya dalam pergaulannya di kancah Internasional ingin mengontrol dunia khususnya TIMTENG (Timur Tengah adalah sumber alam/bahan bakar bagi perekonomian & militernya), yang kini mulai menjarah Asia Tenggara lewat jemari Singapura.
Terbukti mantan Menlu AS Hillary Clinton membuat pernyataan yang mengejutkan dunia. Tuhan Maha Tahu akan segala niat buruk manusia, lewat mantan pejabatnya (mantan Menlu) juga mantan isteri orang nomor satu (isteri Presiden Bill Clinton), Hillary mengakui, "gerakan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) merupakan gerakan buatan AS guna memecah belah dan membuat Timur Tengah senantiasa bergolak".
Pernyataan Hillary tersebut, selain disiarkan berbagai media massa barat juga dilansir harian Mesir, Elmihwar. Rabu (6/8) lalu harian itu menuliskan bahwa Hillary menyatakan hal itu dalam buku terbarunya, “Hard Choice”.
Mantan Menlu di kabinet Obama masa jabatan pertama itu itu mengaku, pemerintah AS dan negara-negara barat sengaja membentuk organisasi ISIS demi memecah belah Timur Tengah (Timteng). Hillary mengatakan gerakan ISIS sepakat dibentuk dan diumumkan pada 5 Juni 2013. “Kami telah mengunjungi 112 negara sedunia. Lalu kami bersama-sama rekan-rekan bersepakat mengakui sebuah Negara Islam(Islamic State/IS) saat pengumuman tersebut,” tulis Hillary.
Dalam buku tersebut juga diuraikan bahwa ‘negara Islam’itu awalnya akan didirikan di Sinai, Mesir, sesuai revolusi yang bergolak di beberapa negara Timur Tengah. Semua, kata dia, berantakan saat kudeta yang digerakkan militer meletus di Mesir. “Kami memasuki Irak, Libya dan Suriah, dan semua berjalan sangat baik. Namun tiba-tiba meletus revolusi 30 Juni-7 Agustus di Mesir. Itu membuat segala rencana berubah dalam tempo 72 jam,” ungkap istri mantan presiden AS, BillClinton, itu.
Hillary menambahkan, pihak barat sempat berpikir untuk menggunakan kekuatan. Persoalannya, Mesir bukanlah Suriah atau Libya, karena militer negara itu tergolong kuat. Selain itu, warga Mesir cenderung tidak pernah meninggalkan militer mereka. “Jadi, jika kami gunakan kekuatan melawan Mesir, kami akan rugi. Tapi jika kami tinggalka, kami pun rugi,” tulis dia.


Minggu, 03 Agustus 2014

Snowden: ISIS Bentukan Israel, AS dan Inggris

Mantan pegawai Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat Edward Snowden menyatakan jika Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merupakan organisasi bentukan dari kerjasama intelijen dari tiga negara.
 
Dikutip dari Global Research, sebuah organisasi riset media independen di Kanada, Snowden mengungkapkan jika satuan intelijen dari Inggris, AS dan Mossad Israel bekerjasama untuk menciptakan sebuah negara khalifah baru yang disebut dengan ISIS.

Snowden mengungkapkan, badan intelijen dari tiga negara tersebut membentuk sebuah organisasi teroris untuk menarik semua ekstremis di seluruh dunia. Mereka menyebut strategi tersebut dengan nama 'sarang lebah'.

Dokumen NSA yang dirilis Smowden menunjukkan bagaimana strategi sarang lebah tersebut dibuat untuk melindungi kepentingan zionis dengan menciptakan slogan Islam. Berdasarkan dokumen tersebut, satu-satunya cara untuk melindungi kepentingan Yahudi adalah menciptakan musuh di perbatasan.

Strategi tersebut dibuat untuk menempatkan semua ekstremis di dalam satu tempat yang sama sehingga mudah dijadikan target. Tak hanya itu, adanya ISIS akan memperpanjang ketidakstabilan di timur tengah, khususnya di negara-negara Arab.

Berdasarkan dokumen tersebut, pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi pun mendapatkan pelatihan militer setahun penuh dari Mossad, Israel. Al Baghdadi juga mendapatkan kursus teologi dan retorika dari lembaga intelijen zionis itu.

Sumber : Republika Online_Jumat, 01 Agustus 2014