SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG - Semoga memetik manfaat dalam menikmati sajian secuil berita & hiburan pada blog ini. Saran, kritik & dukungannya dibutuhkan guna kebaikan kedepan yang berkelanjutan, Wassalam.

Jumat, 13 Juli 2012

Kegiatan Ekonomi : Produksi, Distribusi dan Konsumsi dalam Pendidikan Pengenalan Ekonomi Dasar

Kegiatan ekonomi masyarakat baik di desa dan di kota dapat kita bagi menjadi tiga macam atau jenis, yakni :
1. Kegiatan Produksi
Kegiatan produksi adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang menghasilkan produk barang atau jasa. untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Contoh kegiatan produksi adalah seperti Perkebunan, Perusahaan yang memproduksi pakaian, bahan-bahan makanan dll, dan Perusahaan otomotif, dan masih banyak lagi produksi alat-alat berat/ringan lainnya, membuat tas, kue nastar, untuk dijual atau menawarkan jasa tukang cukur rambut atau jasa menjahit pakaian.
2. Kegiatan Distribusi
Kegiatan distribusi adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang menyalurkan produk barang ataupun jasa dari produsen ke konsumen dengan berbagai teknik dan cara pengiriman. Pihak yang melakukan distribusi adalah distributor atau dalam bahasa indonesianya adalah penyalur. Dari distributor ke agen atau langsung kepedagang/penjual. Contoh kegiatan distribusi adalah agen koran, agen tenaga kerja, agen makanan ringan atau snack (cemilan), agen (pom bensin) bahan bakar minyak (BBM) dan masih banyak lagi contoh lain.
3. Kegiatan Konsumsi
Kegiatan konsumsi adalah pekerjaan atau kegiatan yang memakai atau menggunakan suatu produk barang atau jasa yang diprosuksi atau dibuat oleh produsen. Contoh kegiatan konsumsi adalah seperti makan di warteg, nyukur rambut di tukang pangkas rambut, berobat ke dokter kandungan, beli makanan dan minuman untuk dimakan sendiri atau berame-rame, dsb.

A. Contoh dalam gambar kegiatan produksi :
Kegiatan ekonomi produksi perkebunan

Kegiatan ekonomi produksi (pabrikan) otomotif

Kegiatan ekonomi (home industry) produksi konveksi (tekstil)
B. Contoh dalam gambar kegiatan distribusi :
Ada dua sistem distribusi, yaitu :
- Distribusi langsung : Produsen melakukan penyaluran tanpa perantara
- Distribusi tak langsung : Penyaluran diakukan pedagang.
Kegiatan ekonomi alur distribusi hasil kebun
                                         Kegiatan ekonomi alur distribusi home industri

C. Contoh dalam gambar kegiatan konsumsi :
Kegiatan ekonomi konsumsi adalah sesuatu barang atau jasa yang telah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti kebutuhan makan dan minum. Begitu juga kebutuhan sepeda motor yang dahulu ( kurang lebih 15 tahun lalu) belum menjadi kebutuhan konsumsi, kini telah menjadi konsumsi masyarakat sebagai pengganti transportasi ekonomi.
Sejarah Perkembangan Sistem Perkonomian Indonesia

Perekonomian Indonesia Pada Masa Penjajahan
Masa Pendudukan Belanda
Pada masa penjajahan indonesia menerapkan sistem perekonomian monopolis.dimana setiap kegiatan perekonomian dijalankan desuai penguasa perdaganngan Indonesia saat itu. VOC adalah lembaga yang menguasai perdagangan Indonesia saat itu. Pada masa VOC berkuasa mereka nerap kan peraturan dan strategi agar mereka tetep menguasai perekonomian Indonesia. Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC seperti verplichte leverentie (kewajiban meyerahkan hasil bumi pada VOC ) dan contingenten (pajak hasil bumi) dirancang untuk mendukung monopoli itu. Disamping itu, VOC juga menjaga agar harga rempah-rempah tetap tinggi, antara lain dengan diadakannya pembatasan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam penduduk, pelayaran Hongi dan hak extirpatie (pemusnahan tanaman yang jumlahnya melebihi peraturan). Semua aturan itu pada umumnya hanya diterapkan di Maluku yang memang sudah diisolasi oleh VOC dari pola pelayaran niaga samudera Hindia.
Masa Pendudukan Inggris
Inggris berusaha merubah pola pajak hasil bumi yang telah hampir dua abad diterapkan oleh Belanda, dengan menerapkan Landrent (pajak tanah). Sistem ini sudah berhasil di India, dan Thomas Stamford Raffles mengira sistem ini akan berhasil juga di Hindia Belanda. Selain itu, dengan landrent, maka penduduk pribumi akan memiliki uang untuk membeli barang produk Inggris atau yang diimpor dari India. Inilah imperialisme modern yang menjadikan tanah jajahan tidak sekedar untuk dieksplorasi kekayaan alamnya, tapi juga menjadi daerah pemasaran produk dari negara penjajah.
Masa pendudukan Jepang
Pemerintah militer Jepang menerapkan suatu kebijakan pengerahan sumber daya ekonomi mendukung gerak maju pasukan Jepang dalam perang Pasifik. Sebagai akibatnya, terjadi perombakan besar-besaran dalam struktur ekonomi masyarakat. Kesejahteraan rakyat merosot tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan, karena produksi bahan makanan untuk memasok pasukan militer dan produksi minyak jarak untuk pelumas pesawat tempur menempati prioritas utama. Impor dan ekspor macet, sehingga terjadi kelangkaan tekstil yang sebelumnya didapat dengan jalan impor.
Perekonomian Indonesia Pada Masa Orde Lama, orde baru sampai dengan sekarang.
Pada masa awal kemerdekaan perekonomian Indonesia amatlah buruk antara lain disebabkan oleh inflasi yang sangat tinggi karena pada saat itu indonesia menggunakan 4 mata uang, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang.
Dekrit presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi (Mazhab Sosialisme). Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia.
Setelah melihat pengalaman masa lalu, dimana dalam sistem ekonomi liberal ternyata pengusaha pribumi kalah bersaing dengan pengusaha nonpribumi dan sistem etatisme tidak memperbaiki keadaan, maka dipilihlah sistem ekonomi campuran dalam kerangka sistem ekonomi demokrasi pancasila.
Menurut beberapa pengamat sistem perekonomian Indonesia merupakan percampuran antara sistem kapetalisme dan sosialisme,namun bukan berarti menyingkirkan aspek – aspek lain yang membangun sistem perekonomian Indonesia. Dengan mengadopsi kebaikan – kebaikan yang ada pd 2 sistem tersebut maka terbentuklah sistem perekonomian dindonesia yang disebut sistem ekonomi pancasila. Tentunya dalam pembentukannya ada bongkar-pasang untuk mendapatkan kesesuaian. Individualisme vs kolektivisme. Dengan memadukan dua unsur ini maka yang ada dalam sistem Indonesia adalah bukan individualisme dan bukan pula kolektivisme. Dalam perekonomian Indonesia ada individualisme, namun karena telah di batasi kolektivisme maka individualisme ini tidak segarang aslinya. Sentralisai dan swastanisai. Peran negara dalam sistem perekonomian Indonesia memang sentral, namun hal itu tidak menjadikannya seperti sentralisme yang ada di negara-negara sosialisme, lagi-lagi hal ini karena hasil sintesa antara individulisme dan kolektivisme.

D. Contoh dalam gambar kegiatan ekonomi Indonesia dari masa kemasa :
Pedagang keliling tahun 1908
Kegiatan ekonomi (pedagang keliling/asongan) yang sering dijumpai saat ini, sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda kala itu. Pedagang asongan tersebut umumnya berjualan kebutuhan akan pangan, seperti gambar diatas, tampak pedagang bubur sumsum sedang melayani pembelinya.
Pedagang Kaki lima - Jakarta – Passer Baroe 1910
Kegiatan ekonomi (pedagang kaki lima), kala itu juga sudah ada, pedagang tersebut umumnya berjualan aneka barang dagangan dari kebutuhan pangan, seperti buah-buahan, sayur mayur, barang kelontong dan lainnya. seperti gambar diatas, tampak pedagang buah sedang menjajakan dagangannya.
Kegiatan ekonomi pasca kemerdekaan sampai sekarang.
Kegiatan Ekonomi Pasca Merdeka ( Zaman Orde lama, orde baru hingga sekarang ) mengalami kemajuan yang sangat pesat, dari tumbuhnya pasar-pasar tradisional sampai pasar modern seperti Supermarket dan Mall.
PASAR – PASAR TRADISONAL ;
Pasar Tradisional Daerah
Pasar Tradisional Daerah ; Kegiatan perdagangan kebutuhan akan pangan, seperti; buah-buahan, sayur mayur, ikan, daging dan lainnya yang dijajakan pada tempat yang wilayah/daerahnya berpenduduk ramai. Dari pedesaan hingga perkotaan yang merupakan pusat kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.

Pasar Sungai Mahakam kota Samarinda Kalimantan Barat.
Pasar kaget Tradisional ; biasanya muncul (eksis) pada hari-hari tertentu seperti hanya ada seminggu 1 (satu) sekali atau ada juga pasar kaget tapi sudah rutin/mentradisi seperti; Pasar Kue Subuh di Pasar Senen Jakarta yang buka hanya pagi hari sekitar jam 04-00 WWIB s/d 08.00 WWIB, hari Raya lebaran atau saat musim panen di daerah pedesaan.
Pasar kaget tradisional


Pasar Ikan Muara Angke – Jakarta Utara
Pasar ikan ada sejak dahulu hingga sekarang dan tersebar hampir disetiap daerah pesisir/pantai di Indonesia. Pasar ikan biasanya jual belikan langsung oleh Nelayan pada tengkulak, koperasi nelayan atau pedagang langsung, dan ada juga konsumen pembeli perorangan.
PASAR MODERN ( Departemen Store, Mall dan Swalayan )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar